Hal yang Harus Anda Perhatikan Setelah Mendapat Kartu Kredit

Pada kesempatan kali ini Saya ingin menjelaskan sedikit mengenai apa yang harus kita lakukan ketika pertama kali mendapatkan kartu kredit.

Apa yang harus dilakukan?

Penjelasan kali ini sangat penting khususnya untuk para pemula atau newbie.

Tidak sedikit mereka yang melakukan apply  kartu kredit harus melalui perjuangan yang luar biasa.

Padahal masalah sebenarnya belum berhenti sampai di situ saja, justru masalah tersebut baru akan di mulai ketika Anda sudah memegang kartu kredit.

 

Saat pertama kali Anda mendapat kartu kredit, kartu tersebut harus Anda aktivasi terlebih dahulu untuk bisa Anda gunakan.

Bagaimana Cara Mengaktivasi Kartu Kredit?

Terdapat 2 cara aktivasi, yaitu via call dan via sms.

 

Untuk via sms biasanya Anda akan mendapatkan petunjuk atau panduan yang ada di dalam amplop kartu kredit yang masih tersegel rapi.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah ketika Anda akan berkirim pesan, usahakan Anda mengirim pesan melalui nomor ponsel yang Anda daftarkan.

Tidak sedikit kejadian, pihak bank langsung melakukan autoblocking  ketika Anda mendaftar dengan nomor ponsel A, tetapi saat aktivasi Anda menggunakan nomor ponsel B.

Mungkin hal ini terlihat simple, tetapi dampak yang Anda dapatkan tentu tidak sesederhana itu.

Setelah Anda aktivasi, kartu sudah bisa Anda gunakan.

Mudah Bukan?

Tetapi jangan senang dulu. Saat ini bank menerapkan probation  atau masa percobaan bagi pengguna baru kartu kredit.

“Anda harus berhati-hati di 6 bulan pertama, terutama di 3 bulan pertama

 

Jangan karena Anda sudah berhasil mendapat kartu kredit kemudian Anda langsung menggunakan 90% dari limit. Hal ini nantinya akan berdampak pada pemblokiran.

Pemakaian tiga bulan pertama maksimal di angka 50%, kemudian pada enam bulan pertama pemakaian maksimal di angka 70%, pastikan tidak melanggar aturan ini sebab jika Anda melanggar aturan ini, konsekuensi yang paling parah adalah kartu Anda akan diblokir secara tiba-tiba.

Selain penggunaan yang masih di batasi, jangan sampai terlambat untuk melakukan pembayaran pada enam bulan pertama, jika hal ini tidak Anda perhatikan maka limit kartu Anda akan susah untuk naik.

Sebaliknya jika dalam 6 bulan sampai 1 tahun traffic pemakaian Anda bagus, mulai dari pemakaian yang di batasi hingga pembayaran yang tepat waktu, biasanya dalam tahun-tahun berikutnya limit Anda akan lebih mudah untuk naik.

Selain hal yang Saya jelaskan tadi, yang perlu Anda perhatikan adalah billing  tagihan.

Pada billing  tagihan yang harus Anda perhatikan adalah tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo.

Apa itu tanggal cetak?

Tanggal cetak adalah tanggal bank melakukan totalan.

 

Bank memberikan jeda waktu kurang lebih 15 hingga 20 hari untuk tanggal jatuh tempo.

Misalnya Anda hutang kepada Saya, lalu kita melakukan totalan pertanggal 20, maka setelah itu akan keluar jumlah totalannya.

Kemudian Saya memberikan waktu atau jatuh tempo sampai tanggal 5 untuk membayar hutang. Inilah yang harus Anda pahami, yang namanya tanggal jatuh tempo bukanlah tanggal waktu bayar, tetapi tanggal terakhir untuk membayar.

Karena tidak sedikit pengguna kartu kredit menganggap bahwa tanggal jatuh tempo itu adalah tanggal waktu bayar, akhirnya mereka membayar “ontime” pada tanggal jatuh tempo, padahal nyatanya tanggal jatuh tempo adalah tanggal terakhir untuk membayar.

Walaupun kartu kredit itu simple, tetapi ilmu yang diterapkan sangat penting untuk kita pahami.

Jika Anda tidak mengetahui hal-hal kecil semacam ini, maka yang terjadi adalah Anda akan mengalami kesulitan dalam pemahaman maupun pemakaian.

Satu trik sederhana yang Saya gunakan adalah dengan menggunakan stiker label, tuliskan TC (Tanggal Cetak) dan TJ (Tanggal Jatuh Tempo) pada stiker lalu tempel pada kartu kredit Anda.

Saat Anda menuliskan TC, tambahkan 1 hari (H+1) dari tanggal yang Anda lihat pada billing  tagihan.

 

Kenapa? Karena beberapa kasus ada tanggal yang jatuh tepat di hari raya atau hari-hari besar lainnya maka tanggal cetak biasanya akan maju satu hari.

Kemudian untuk TJ, kurangi 2 hari (H-2) dari tanggal yang Anda lihat pada billing  tagihan.

 

Kenapa? Karena terkadang tanggal jatuh tempo itu maju.

Misalnya tanggal cetak yang tertera adalah tanggal 20, kemudian tanggal jatuh tempo 45 hari setelah tanggal cetak. (Di satu tahun ada jumlah tanggal yang berbeda-beda dalam tiap bulan [29,30,31]).

Tempel stiker label tersebut pada kartu kredit Anda, that smooting but it’s works.

Artinya ketika Anda melihat kartu kredit Anda di dalam dompet, Anda akan mengingat TC dan TJ kartu kredit Anda.

Anda harus paham bahwa jika kita melakukan gesek setelah tanggal cetak, maka kita bisa menambah waktu periode jatuh tempo menjadi 45 hari, sebab jika kita menggesek setelah tanggal cetak maka kita akan mengikuti cetakan bulan depan.

Dan kalo kita ikut cetakan bulan depan itu berarti tanggal jatuh temponya 2 minggu setelah tanggal cetak, artinya Anda mempunyai gross periode  45 hingga 50 hari dari waktu pemakaian hingga waktu jatuh tempo.

Tetapi jika Anda melakukan gesek sebelum tanggal cetak, maka Anda hanya punya gross periode  hanya 2 minggu.

Jadi inilah hal-hal yang harus Anda pahami.

Untuk masalah billing  tagihan, Saya menyarankan Anda untuk minta di kirim via email, buat email khusus untuk billing  tagihan, tujuannya agar tidak tercampur dengan email pribadi Anda.

Kenapa via email?

Karena di dalam kartu kredit, setiap Anda mengirim billing  tagihan maka Anda akan terkena chas  antara Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,-.

Bayangkan jika Anda memiliki 10 kartu kredit

Berapa biaya yang Anda keluarkan setiap bulannya ?

Selain itu billing  tagihan akan tercetak kisaran 2-3 hari setelah tanggal cetak Anda terima, dengan begitu Anda bisa mengatur pembayaran kartu kredit sedini mungkin.

Tetapi jika billing  tagihan datang lewat kurir, kita tidak akan tahu kapan billing  tersebut kita terima.

Maka dari itu saran Saya rubahlah kedalam email  dan buatlah satu email  khusus hanya untuk billing  tagihan Anda.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂


About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2017 - Ritz Academy - All Rights Reserved