Klarifikasi Seputar Pelarangan Gesek 2x Kartu Kredit dan Cara Pengamanannya

Beberapa bulan terakhir sempat ramai di berbagai media sosial atau pemberitaan online  mengenai pelarangan double swipe  pada kartu kredit, double swipe  sendiri biasa di operasikan saat Anda sedang melakukan transaksi di pusat-pusat perbelanjaan.

Nah, disini Saya akan memberi sedikit pemahaman atau penjelasan tentang apa yang akan terjadi jika kartu kredit Anda di double swipe.

Apakah data yang ada benar-benar bisa di gandakan?

 

Kebetulan Saya memiliki mesin swipe. Saya pun sudah mempraktekkan dengan kartu yang Saya miliki.

Mesin swipe  sendiri membantu Saya untuk mulai mencoba mengembangkan sebuah teknologi software  untuk memanajemen bisnis gestun yang Saya miliki.

Fungsi mesin swipe adalah untuk merekam dan membaca data yang ada di pita (magnetic stripe) kartu kredit.

Ketika Saya mempraktekkan dengan menggesek kartu kredit ke mesin swipe, hasilnya muncul beberapa data pada layar yang sudah tersambung dengan mesin.

Data yang muncul antara lain :

– Nama Pemilik Kartu Kredit –

– 16 Digit Nomor Kartu –

– Expired Date  atau Masa Berlaku Kartu Kredit –

 

Jadi jika dilihat dari data yang muncul sebenarnya data tersebut sudah tertera pada tampilan kartu kredit Anda, maka tidak akan terjadi masalah.

Ketika kartu kredit di swipe, sebenarnya ada sebagian data ter-encrypted  di dalam kartu kredit, tetapi data yang ter-encrypted  hanya bisa dibuka atau dilihat jika kita menggunakan pin atau sandi, cara kerja yang sama diterapkan pada ATM.

 

Kebanyakan di Indonesia sudah tidak menggunakan mesin swipe dan saat ini pun sudah ada beberapa teknologi yang digunakan.

Teknologi yang paling kuno adalah magnetic, maka dari itu bisnis gesek tunai diberi nama gestun, sebab cara kerjanya yang digesek.

Saat ini ada teknologi terbaru bernama RFIDRadio Frequency Identification ).

Cara kerja RFID hanya dengan menempelkan kartu kredit Anda ke mesin dan teknologi ini juga digunakan pada E-KTP ataupun E-Flazz.

 

Hanya saja di Indonesia teknologi RFID masih jarang sekali ditemui.

Kembali ke pokok permasalahan double swipe.

Jika seseorang mengetahui hal-hal diatas, maka ia pun bisa menyalahgunakannya untuk bertransaksi online, terutama transaksi online  portal luar negeri yang tidak terdapat OTP, lain dengan portal dalam negeri yang sudah menggunakan teknologi OTP.

OTP sendiri adalah One Time Password, artinya password  yang akan di kirim ke ponsel kita untuk kebutuhan verifikasi

Tetapi jika seseorang hanya mengetahui data yang ada pada tampilan depan kartu kredit, maka tidak akan terjadi masalah.

Yang terpenting amankan 3 nomor terakhir yang terdapat di belakang kartu kredit Anda

Kemudian bagaimana langkah preventif  yang bisa kita lakukan supaya orang tidak men-swipe  atau menyalahgunakan kartu kredit kita?

Saya akan memberikan satu tips sederhana, Anda tinggal siapkan stiker label dan gunakan stiker label atau stiker apapun untuk menutup 3 angka terakhir yang ada dibelakang kartu kredit Anda.

Jika sudah Anda tutup dengan stiker, maka orang tidak akan bisa men-swipe  kartu kredit Anda.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂


About Roy Shakti Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2017 - Ritz Academy - All Rights Reserved