Pelarangan Merchant Beri Charge dari OJK. Efektifkah?

Kali ini Saya akan membahas masalah mengenai OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang melarang terjadinya penambahan charge  dari masing-masing merchant  (penjual) kepada pembeli.

Pertanyaannya…

Apakah hal itu efektif atau justru tidak efektif sama sekali?

Sebelum kita masuk kedalam masalah, Saya ingin menceritakan bahwa dulunya terdapat 2 jenis hukum di Indonesia yaitu Das Sein  dan Das Sollen yang diambil dari bahasa Belanda.

Das Sein  adalah “SEHARUSNYA” dan Das Sollen  adalah “SENYATANYA”.

 

Untuk Das Sein, Anda pasti paham bahwa prostitusi itu dilarang, tetapi kenyataannya masih banyak praktek prostitusi di negara kita.

Sama halnya dengan pelarangan gestun, nyatanya masih banyak orang-orang yang membuka bisnis gestun.

Inilah yang harus Anda pahami terlebih dahulu.

Kembali ke masalah pelarangan penambahan charge  dari merchant  kepada pembeli.

Merchant akan dikenakan potongan biaya senilai kurang lebih 1,8% di tiap kartu kredit yang di gesek oleh merchant.

 

Mungkin untuk beberapa usaha seperti restoran, kafe, hotel atau usaha yang tingkat keuntungan diatas 20% – 30%, maka charge  senilai 1,8% biasanya akan ditanggung oleh perusahaan atau si penjual.

Tetapi kita tidak bisa hanya melihat dari satu sisi bisnis saja

Kita juga harus mengetahui terlebih dahulu apa unit usaha yang di kelola

Misalnya unit usaha seseorang adalah menjual handphone.

 

Anda harus paham bahwa keuntungan yang didapatkan tentu tidak sebanyak usaha restoran, sebab harga yang ditawarkan tentu bersaing dan pembeli juga akan mencari harga yang termurah.

Penjual seperti inilah yang pastinya merasa keberatan jika harus menanggung charge  kartu kredit. 

Maka dari itu sekali lagi kita harus paham mengenai konteksnya.

Sebenarnya OJK tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan pelarangan penambahan charge.

Tidak sedikit marketplacemarketplace  di Indonesia yang memberikan charge  kepada pembeli pada setiap transaksi kartu kredit senilai 1,5% walaupun kita tahu nilainya tidak tinggi.

Maka sekali lagi kita harus bisa memahami dari segala sisi serta apa saja konteks-konteks yang ada agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas aturan ini

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂


About Roy Shakti Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2017 - Ritz Academy - All Rights Reserved