Bagaimana Utang Bisa di Jadikan Kekuatan

Kali ini Saya akan membahas materi yang sedikit explicit dan sedikit berbau kontroversi, jadi bagi Anda yang berjantung lemah atau alergi terhadap utang, lebih baik jangan dibaca.

Bagaimana utang bisa kita jadikan kekuatan untuk tetap fokus dalam bekerja

Kenapa Saya menggunakan utang?

 

Karena Saya sadar, Saya adalah tipikal orang yang tidak tahan godaan alias boros.

Intinya Saya adalah golongan orang-orang yang tidak bisa menabung.

Apakah Anda orang seperti Saya?

Jika IYA, artinya kita berada pada track  yang sama.

 

Tetapi Saya tahu kondisi, kemudian Saya berpikir “Kalau terus-menerus begini, maka Saya tidak akan pernah kaya”.

Akhirnya Saya memutuskan jika penghasilan Saya lebih, maka yang akan Saya lakukan adalah menambah utang.

Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah Saya utang bukan untuk hal-hal yang tidak berguna ataupun konsumtif, tetapi Saya utang untuk berinvestasi seperti membeli properti.

Misalnya penghasilan bersih Saya sebesar Rp 15.000.000,- maka Saya akan mencari properti yang angsurannya kurang lebih kisaran Rp 7.000.000,- sampai Rp 8.000.000,-.

Dan ketika Saya membuka bisnis baru, otomatis penghasilan Saya bertambah, Saya akan kembali mencari properti dengan angsuran yang tidak melebihi penghasilan yang Saya dapat.

Untuk saat ini mungkin total angsuran Saya sudah seharga satu mobil innova.

Pertanyaannya “Apakah itu berat?

Tentu Saja

 

Tetapi Saya tidak memandang itu sebagai angsuran, maka ketika Saya bekerja, Saya akan memfokuskan diri pada angsuran tersebut.

Perlu diingat kembali, angsuran tersebut berupa properti, jadi Saya menganggap membeli properti sebagai kegiatan menabung Saya.

Tidak sedikit orang menganggap bahwa Saya kerja dan hidup hanya untuk bayar utang.

Namun cara pandang Saya berbeda, ketika Saya berhasil membayar istilahnya Rp 200.000.000,- untuk angsuran, itu artinya “Saya telah berhasil mengamankan penghasilan Saya dengan berupa properti“.

Saya berpikir jika Saya tidak memiliki angsuran apapun dengan penghasilan ratusan juta, mungkin Saya akan jauh lebih khilaf dibanding kawan-kawan Saya, setiap hari jalan-jalan, membeli mobil mewah atau mungkin punya 4 istri (hehehe).

Tetapi kenyataannya saat ini Saya memiliki tanggungan dan semua penghasilan Saya fokuskan untuk membayar angsuran, itulah kenapa lifestyle  Saya biasa-biasa saja.

Saya katakan sekali lagi bahwa setiap orang punya cara pandang masing-masing, ada seseorang yang ketika dalam tekanan maka otaknya akan semakin kreatif dalam berpikir.

Sebaliknya ada pula orang yang jika dalam tekanan, ia malah merasa ciut, takut dan susah untuk berkarya. Jika Anda orang seperti ini maka jalan ini bukanlah untuk Anda.

Tidak ada yang BENAR dan tidak ada yang SALAH

BENAR menurut Saya belum tentu BENAR menurut Anda

Tetapi dengan pendapatan yang sama, minimal Saya sudah mempunyai banyak aset saat ini

Saya berpikir bahwa 2 tahun lagi saat semua angsuran Saya lunas, maka akan cukup untuk persiapan di hari tua nanti.

Selagi Saya masih pada usia produktif dan masih mampu bekerja dengan baik, HAJAR!

Terus terang saja, angsuran-angsuran inilah yang membuat Saya tetap fokus, konsisten, terus berkarya dan terus berpikir dalam mengembangkan usaha yang Saya miliki.

Jadi jangan menganggap sebuah angsuran itu beban, kecuali Anda mengangsur untuk bayar utang kembali maka itu akan menjadi beban.

Sekali lagi ini adalah my style

Kalau Anda setuju silahkan, tidakpun it’s ok  karena cara ini memang tidak untuk semua orang

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂


About Roy Shakti Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

1 thought on “Bagaimana Utang Bisa di Jadikan Kekuatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2017 - Ritz Academy - All Rights Reserved