Jurus Jitu Teknik Sniper kepada Calon Konsumen (2)

Jurus Jitu Teknik Sniper kepada Calon Konsumen (2)

Kenapa tidak boleh “NANGGUNG”?

 

Terkadang mereka hanya ingin bermain aman dan meletakkan pasar ditengah-tengah, artinya yang menengah keatas bisa turun kemudian yang menengah kebawah bisa naik.

Tetapi nyatanya yang terjadi di masyarakat justru sebaliknya

Yang menengah kebawah mau naik kesannya MAHAL

Yang menengah keatas mau turun pun juga GENGSI

Ujung-ujungnya Anda tidak mendapatkan pasar dikeduanya

 

Inilah yang terjadi jika target pasar Anda tidak jelas.

Dan problemnya jika sasaran Anda kalangan menengah kebawah biasanya permintaannya macam-macam, seperti meminta harga murah, rewel, minta barang kualitas nomor satu, menawar, ditambah minta cicilan pula.

Ketika berbicara mengenai makanan, jika Anda jual murah maka resikonya ada bahan-bahan yang dikurangin.

Seperti jual bakso murah, tentu dagingnya diganti dengan tepung atau dengan ayam, maka jatuhnya akan murah tapi tentu saja tidak akan seenak bakso sapi.

Sekarang Apakah Semua Orang Mencari Makanan yang Murah?

Tentu Saja Tidak

Orang cari makanan murah memang banyak, tetapi tidak sedikit pula orang yang memang mencari makanan karena enak.

 

Simple  saja, jika barang murah kemudian enak atau bagus, biasanya “tanda tanya”, kecuali mereka memang memakai bahan-bahan yang murah.

Sekarang mungkin sudah jamannya menjual makanan via aplikasi semacam gof*od, nah sebagai customer  pernah tidak Anda tergiur dengan makanannya karena terlihat enak tetapi begitu datang kemudian dimakan rasanya ancur?

Inilah yang seringkali terjadi, terkadang seseorang hanya mengejar harga dan tampilan tanpa mengutamakan rasa

 

Logikanya seseorang belanja di gof*od karena ia tidak ingin ribet, artinya mereka tidak serta merta mencari harga yang termurah.

Dengan harga tanggung, foto meyakinkan tapi nyatanya tidak sesuai ekspektasi, maka dipastikan orang tidak akan pernah kembali.

Jaman sekarang, sesuatu yang dijual dengan harga murah belum tentu laku

 

Justru Saya melihat yang berani memberikan keju melimpah, coklat yang banyak dan kesan mewah justru lebih banyak peminatnya. Dari segmen pusat kota, bisa dikatakan harga sudah menjadi nomor sekian.

Kecuali jika Anda menjual di area pasar atau dimana seseorang memang mencari harga yang murah, maka Anda harus memikirkan dari segi harga.

Sekali lagi jangan ragu dalam menentukan segmen pasar, kalau menengah kebawah maka Anda harus berjuang pada harga seperti dengan menambah kuantitas tetapi mengorbankan kualitas, artinya tidak seberapa enak tapi isinya banyak.

Namun jika target Anda menengah keatas, “JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK MENGURANGI KUALITAS DEMI MENGEJAR HARGA“.

Sebab hal yang paling berbahaya di bisnis kuliner adalah ketika bahan mengalami kenaikan, Anda tetap mempertahankan harga tetapi terjadi pengurangan pada kualitas ataupun porsi, jika seperti itu kesan seseorang terhadap bisnis Anda tentu akan jelek.

Maka dari itu lebih baik menaikkan harga makanan daripada mengurangi kualitas

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂


About Roy Shakti Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

2 thoughts on “Jurus Jitu Teknik Sniper kepada Calon Konsumen (2)

  1. Saya ingin punya usahaan.namun tidak punya modal.apakah di kredit cad bisa memberi solusinya.yg ingin saya kembangkan.penginapan/home stay.karena saya ada di kawasan pariwisata di daerah bali selatan ./padann padang .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2017 - Ritz Academy - All Rights Reserved