Memakai Hutang untuk Modal Bisnis, Perlukah?

Sebenarnya dalam membuka bisnis, perlukah kita menggunakan hutang ?

 

Jadi dalam bahasan kali ini Saya mengasumsikan bahwa Anda belum menggunakan atau memiliki kartu kredit.

Disini kita tidak bisa berbicara hanya dengan satu sisi saja bukan?

Maka Saya akan mencoba membahasnya dari segala sisi.

Sebelumnya kita harus memahami terlebih dahulu “ KENAPA ORANG BERHUTANG ” ?

Saya berbicara hanya mengenai basic, entah itu hutang yang Anda pilih berupa kartu kredit, KTA ataupun penawaran hutang lainnya.

Secara umum hutang adalah menggunakan uang milik orang lain.

Bagaimana lahirnya konsep berhutang ?

 

Ada satu istilah yang bernama leverage atau daya ungkit.

Daya ungkit yang artinya dari yang tidak mempunyai modal menjadi punya.

Contoh :

Saat ban mobil kempes, tentu kita tidak bisa mengangkat mobil sendirian untuk mengganti ban.

Maka dibutuhkannya alat yang bernama dongkrak.

Saat kita menggunakan dongkrak, mobil kita akan lebih mudah untuk terangkat.

Inilah yang dinamakan leverage.

           

Ketika Anda berbisnis tanpa hutang, mungkin akan membutuhkan waktu selama bertahun-tahun untuk mengembangkan bisnis Anda.

Tetapi dengan adanya instrumen hutang, waktu yang tadinya bertahun-tahun bisa Anda kompensasikan menjadi waktu yang lebih singkat.

Sebenarnya apa saja yang di leverage ?

 

Ada 2 hal yang di leverage, MODAL dan WAKTU.

MODAL

 

Anda memulai bisnis dengan modal atau tanpa modal sekalipun it’s fine, sebab semua tergantung pada Anda.

Anda ingin memakai jalan yang biasa saja atau ingin memakai jalan pintas ?

Harus Anda ketahui modalpun nantinya juga berhubungan dengan waktu.

WAKTU

 

Jika Anda memulai bisnis dengan modal yang kecil, maka Anda juga akan memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih panjang untuk membuat bisnis Anda menjadi besar.

Namun Anda bisa mempercepat waktu dengan adanya leverage hutang.

Tetapi Anda harus paham bahwa semua hal tentu memiliki resikonya masing-masing, tak terkecuali laju bisnis Anda.

Sebenarnya bisnis yang lambat pun memiliki keuntungan.

Saat bisnis Anda mengalami masalah, tentu masalah Anda tidak akan sebesar masalah orang yang bisnisnya lebih besar.

Dan dengan adanya masalah, Anda bisa banyak belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya.

Lalu apa kerugiannya ?

Kerugiannya Anda kehilangan lebih banyak waktu.

Berbeda jika Anda memakai leverage hutang, keuntungan yang didapatkan adalah Anda lebih menghemat banyak waktu.

Tetapi leverage hutang pun tidak akan luput dari yang namanya resiko.

Resiko yang di dapat tentu lebih besar dibanding bisnis tanpa leverage hutang.

Maka dari itu kita tidak bisa mengabaikan yang namanya resiko.

Orang mengatakan untuk tidak memakai hutang itu ibaratnya seperti ketika Saya mengatakan kepada orang-orang untuk tidak mengendarai mobil karena dapat membuat orang tersebut tertabrak ataupun menabrak.

Pertanyaan Saya setelah mengatakan hal itu, apakah orang tersebut langsung memutuskan untuk tidak memakai mobil ?

 

Saat Saya memilih untuk mengendarai mobil, itu artinya Saya harus menerima resiko.

Namun sebenarnya yang terpenting bukan ketakutan pada resiko menabrak ataupun ditabrak, melainkan bagaimana cara kita mengendalikan mobil supaya tidak menabrak.

Berbisnis dengan hutang atau tanpa hutang itu kuncinya ada pada waktu.

Banyak orang, bahkan 20 orang terkaya di Indonesia pun pasti menggunakan hutang

Kenapa ?

Sebab orang-orang sukses dan kaya paham ketika mereka sudah mencapai apa yang dia inginkan, hanya satu yang tidak bisa dibeli, yaitu WAKTU

 

Entah itu orang kaya, orang tidak mampu, karyawan hingga seorang presiden sekalipun memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam dalam sehari.

Kita tidak bisa membeli waktu kita sendiri, tetapi kita bisa membeli waktu yang dimiliki orang lain.

Inilah hal pertama yang harus Anda pahami.

Yang kedua adalah berhutang atau tidak itu tergantung tipikal orang

BUKAN PENGGUNA UTANG

 

Ada orang yang tipikalnya memang tidak mau menggunakan utang.

Orang seperti ini biasanya suka dengan keamanan, kenyamanan dan kepastian.

Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang pada dasarnya memang tidak cocok berutang.

Kenapa?

Karena ketika Anda menggunakan leverage utang untuk bisnis, Anda tidak akan menemui yang namanya keamanan dan kepastian.

jika orang tipikal seperti ini memiliki utang, maka ia akan stres saat terkena masalah.

PENGGUNA UTANG

Lalu ada orang yang tipikalnya biarpun Anda tahan-tahan untuk tidak menggunakan utang, pada akhirnya ia tetap menggunakan utang.

Orang-orang seperti ini biasanya tipikal orang yang ambisius, selalu mencari perubahan, gampang bosan dan energinya meledak-ledak.

Orang yang tipikalnya seperti ini, umumnya memang cocok menggunakan utang.

Dan orang-orang seperti ini jika tidak menggunakan utang, pada akhirnya akan memakai substansi lain yang bisa saja lebih berbahaya.

Saya katakan bahwa Saya tidak menyuruh Anda untuk berhutang atau tidak.

Saya pribadi pun terkadang memakai hutang, dan kadang pula tidak menggunakannya.

Sebab beberapa bisnis Saya ada yang sudah tidak menggunakan hutang.

Jika kepepet memerlukan hutang, maka Saya akan menggunakan hutang.

Jadi semua tergantung pada Anda, sebab Andalah yang menjadi aktor dalam bisnis yang Anda jalankan.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂


About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2019 - Ritz Academy - All Rights Reserved