Merubah Cara Pandang terhadap Kartu Kredit

Ketika Anda bertanya, Bagaimana step by step memulai bisnis dengan modal kartu kredit ?

Mungkin hal pertama yang harus Anda pahami adalah…

Mindset atau cara pandang Anda terhadap kartu kredit

Saya selalu menganalogikan KARTU KREDIT BUKANLAH HUTANG

Saya lebih suka menganggap KARTU KREDIT SEBAGAI INVESTOR

 

Mungkin suatu hari ketika Anda ingin membuka bisnis, tetapi kenyataannya ada beberapa kendala yang membuat Anda kesulitan untuk mewujudkannya.

Salah satunya dengan tidak adanya modal berupa uang.

Lalu jika kondisinya seperti itu, apa yang akan Anda lakukan ?

 

Tentu Anda akan mulai mencari partner bisnis, menjual aset atau mencari investor.

Ketika berbicara soal investor, kira-kira siapakah investor yang paling masuk akal untuk membiayai bisnis Anda ?

Apakah BANK ?

 

Mungkin Anda perlu memiliki beberapa jaminan atau portofolio agar pinjaman Anda dapat di acc oleh pihak bank.

Tentu hal seperti ini akan sangat merepotkan.

Saat Anda menyadari untuk mendapat acc dari bank sangat merepotkan, teman dan keluarga mungkin bisa menjadi salah satu alternatif untuk dijadikan sebagai investor dalam usaha Anda.

Bagi Anda tentu akan lebih mudah untuk melakukan pendekatan personal kepada teman ataupun keluarga.

CONTOH

Berbisnis Angkringan

 

Setelah dilakukan perhitungan, dana yang Anda butuhkan untuk membuka angkringan kurang lebih sebesar Rp. 100.000.000,-.

Kondisinya teman atau keluarga Anda telah bersedia untuk menjadi investor untuk mendanai bisnis Anda.

Lalu bagaimana sistem bagi hasil antara Anda dan investor?

            

Sistem bagi hasil yang mungkin paling umum adalah antara 50 : 50 dan 40 : 60, yang mana 40 untuk Anda dan 60 untuk investor.

Nah, setelah itu dijalankanlah bisnis Angkringan tersebut.

Dari situ akan ada beberapa kemungkinan kondisi bisnis yang sedang Anda jalankan, antara lain :

KONDISI BISNIS SEPI

 

Ketika kondisi bisnis Anda sepi, kira-kira apa yang akan dilakukan investor kepada Anda?

Tentu investor akan merasa kecewa dengan Anda, menganggap Anda tidak becus dalam mengelola bisnis apalagi di jaman teknologi sekarang ini, sindir-menyindit adalah hal yang paling ramai di media sosial, tentu bisa jadi inisial Anda akan disebut-sebut dalam postingannya.

KONDISI BISNIS STABIL

 

Pada kondisi seperti ini, tidak menutup kemungkinan pihak investor tiba-tiba menarik dana yang diberikan kepada kita dengan berbagai alasan.

Apakah hal itu bisa terjadi? TENTU SAJA BISA.

Kata-kata “Gampang, bisa diatur”, “Jalani aja dulu” yang pernah terlontar antar teman maupun keluarga seakan-akan tidak pernah terucap.

KONDISI BISNIS RAMAI

 

Siapa yang tidak senang jika bisnis yang kita kelola laris manis?

Namun apakah hal ini tidak luput dari yang namanya resiko?

Berbicara tentang resiko, resiko paling berbahaya dari yang paling berbahaya adalah sifat manusia.

Ketika bisnis ramai, adakah kemungkinan investor Anda merasa iri? Pasti Ada.

Ketika bisnis Anda ramai, adakah kemungkinan investor Anda akan mengkudeta bisnis Anda? Pasti Ada.

Mungkin Anda berpikir TEMAN dan KELUARGA adalah investor paling tidak beresiko, padahal kenyataannya bisa jadi justru TEMAN dan KELUARGA adalah investor yang paling besar resikonya.

Jadi mau bisnis Anda sepi, biasa saja atau ramai sekalipun, semuanya pasti mempunyai resikonya masing-masing.

Setelah melihat contoh diatas,

Apakah Anda tidak menginginkan investor yang tidak pernah marah-marah?

Apakah Anda tidak menginginkan  investor yang tidak pernah menarik dananya?

Apakah Anda tidak menginginkan  investor yang tidak akan pernah mengkudeta bisnis Anda?

Kartu Kredit adalah JAWABANNYA!

 

Dalam menggunakan kartu kredit, apakah Anda pernah mengalami dimana pihak bank memaksa Anda untuk membayar tagihan sebelum jatuh tempo dengan alasan pihak bank sedang membutuhkan dana? Tentu tidak.

Selama Anda pakai kemudian Anda membayar, maka hal-hal yang merugikan Anda tidak akan pernah terjadi.

Jadi mulai sekarang rubahlah mindset Anda tentang kartu kredit.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂


About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

1 thought on “Merubah Cara Pandang terhadap Kartu Kredit

  1. saya pingin sekali bisa di acc kartu kredit udah pengajuan beberapa kali di tolak pingin mulai lwgi buka bengkel audio mobil yg selamq ini vakum karena modal habis buat berobat istri skrang udah nol gak ada tabungan gak ada modal mohon bimbinganya pak roy trimks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2019 - Ritz Academy - All Rights Reserved